skip to Main Content

PAC IPNU IPPNU Babakan Ciparay Buka Dapur Umum Untuk Masyarakat Terdampak

Bandung, Media Center NU Kota Bandung
Sebagai bentuk kepedulian pada sesama, Piimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Babakan Ciparay membuka dapur umum untuk masyarakat yang tedampak Covid-19. Rabu (11/08) bertempat di PKBM Al-Afifiyah, Babakan Ciparay, Kota Bandung

Ketua PAC IPNU Babakan Ciparay, Septian. Mengatakan bahwa kegiatan ini diinisiasi dari para pengurus yang tergerak untuk membantu sesama yang banyak terdampak karena pandemi yang semakin meningkat dan diberlakukannya Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Inisiatif diadakannya dapur umum ini ialah dari perbincangan saya dan ketua IPPNU Babakan Ciparay yang berpikir Semakin marak nya Kasus Covid-19 dan yang sedang Berisolasi mandiri dan yang terdampak PPKM”Ujarnya.

Hal senada pun disampaikan oleh ketua PAC IPPNU Babakan Ciparay. Amanda Amalia, ia menyampaikan bahwa sebagai generasi milenial kita harus lebih peka terhadap kondisi yang terjadi dilingkungan sekitar kita.

” Tujuannya juga Agar Tetap Peka Terhadap Lingkungan Sekitar. Kalau Yang Dekat Masih Banyak Yang Membutuhkan. Kenapa Harus Ke Yang Jauh.”Ujarnya.

Oleh Sebab Itu, Amanda Berusaha Membuat Gerakan Kecil Seperti Ini Untuk Menumbuhkan Kesadaran Dari Masing-masing Kader.

“Saya berharap dengan gerakan kecil seperti ini bisa menumbuhkan jiwa sosial di setiap kader. Bahwa, Proses Dibentuk Bukan Dari Hal Yang Besar. Tapi, Pasti Dari Hal Yang Terkecil Dulu.” Sambungnya.

Keduanya pun memberikan ucapan terima kasih kepada pemerintah setempat seperti camat ,donatur ,dan Pac Ipnu ippnu Buahbatu yang turut berpartisipasi untuk membantu terlaksannya dapur umum ini.

“Dan kami Ucapkan terimaksih Kepada Bapak Camat Kecamatan Babakan ciparay, Para donatur dan PAC IPNU IPPNU Babakan Ciparay, juga terutama Kepada KH. Wahyul Afif Al Ghafiqi yang sudah merelakan tempat nya kami Gunakan untuk Dapur umum tersebut.” Pungkasnya.

Pewarta : Latipatunnisa
Editor : Siti Fatonah

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top