skip to Main Content

Stop Body Shaming, Mari saling mengahargai

Bandung-

Body Shaming adalah Tindakan Mengejek atau berkomentar negative terhadap keadaan fisik atau tubuh seseorang, singkatnya Bullying terhadap kondisi fisik seseorang.

Perilaku body shaming sering kali terdengar bahkan terjadi kepada diri kita sendiri, adapun objek body shaming yaitu, bentuk dan ukuran tubuh, kelainan fisik, dan tampilan yang berbeda dari mayoritas orang lain.

Terkadang orang lain tidak sengaja dan tanpa di sadari mengatakan” kamu gemukan yah “, “kamu kurusan yah “,kamu kurang stylish hari ini “ dan lain sebagainya, walaupun memang dalam konteks bergurau atau bahkan memang mengungkapkan secara benar benar dengan ungkapan halus tetap akan menyinggung perasaan orang yang dikomentari.

Akibat yang akan timbul dari seseorang yang sering terkena body shaming atau bisa disebut korban body shaming, akan berdampak pada psikis mentalnya , akan tidak percaya diri dengan keadaan dirinya , menimbulkan rasa kurang bersyukur kepada pemberian tuhan pada dirinya.

lalu bagaimana agar kita terhindar dari akibat body shaming itu ?

pertama, cintai diri kita sendiri, karna ketika kita sudah mencintai diri kita sendiri kita akan lebih menerima kelebihan dan kekurangan yang kita miliki.

kedua, jangan terlalu mendengarkan kata orang lain tentang fisik kita , karna kita yang tau betul apa yang kita mau dan kita perlukan .

ketiga hindari membalas komentar negative pada orang lain, kita harus bisa mengkampanyekan kepada orang lain untuk tidak melakukan body shaming.

harus kitra sadari bahwa tuhan telah menciptakan semuanya berbeda beda, sebagai rahmat dan hal yang harus kita syukuri, karena berbeda itu indah, lalu sebisa mungkin kita harus belajar menjaga lisan kita dari menyakiti saudara kita, agar virus body shaming ini tidak menyebar luas dan tidak memakan banyak korban, karena jika banyak orang yang menjadi korban body shaming, maka Indonesia akan kehilangan banyak generasi dengan kekayaan potensi.

Kuncinya adalah kita harus saling menghargai satu sama lain, minimalisir gurauan yang menyakitkan dan tingkatkan perkataan yang membangkitkan.

Nara Sumber : Siti Fathonah dan Regina Puspasari

Bincang Pelajar IPPNU Kota Bandung

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top