skip to Main Content

Santri Jadi Influencer?Bisa Ko!

Bandung, Media Center NU Kota Bandung.  Kehadiran influencer merupakan sebuah tren baru yang berkembang di tengah masyarakat digital saat ini. Jika sebelumnya akses media hanya dimiliki oleh segelintir pihak, kini semua kalangan dapat mengakses dan mengelola medianya sendiri. Namun, ternyata influencer tidak hanya teringat dengan dunia digital saja. Seperti artinya, influencer berarti seorang yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi orang lain karena kapasitas yang dimilikinya. Kapasitas yang dimaksud dapat berupa otoritas, pengetahuan, posisi, atau hubungan dengan audiens.

Influencer juga dapat diartikan sebagai seorang yang dapat mengubah cara berfikir maupun cara bertindak orang lain. Perubahan ini dapat terjadi pada setiap aspek kehidupan orang tersebut. Tidak hanya perubahan yang bersifat komersial tetapi juga dapat berdampak pada aspek lainnya, seperti ideologi. Nah, santripun bisa loh jadi influencer.

Dalam podcast, Teras santri. Kang Salman, memaparkan bahwa seorang santri bisa menjadi seorang influencer. Hari ini, santri bukan hanya terkenal dengan bisa ngaji saja akan tetapi bisa berkiprah dimana saja. Lelaki yang sudah menjuarai lomba dakwah sampai tingkat nasional ini, menyebutkan bahwa santri selalu bisa mengikuti dan menjawab tantangan jaman dengan belajar berbagai bidang ilnu, dari ilmu sosial, olahraga, peternakan, bercocok tanam, Ujarnya.

Lebih lanjut Kang Salman menyebutkan bahwa, santri-santri millenialapun semakin melek terhadap teknologi.”Yang sudah jelas dengan ilmu yang sangat luas para santri akan lebih bermanfaat di masyarakat.”Lanjutnya.

Selanjutnya, Kang Salman. Menceritakan proses perjalannya menjadi seorang influencer dibidang dakwah. Ia mulai mengikuti ajang perlombaan dakwah dari mulai kelas 3 MTs / SMP darn sejak itu, dia termotivasi untuk mengikuti setiap ada lomba dakwah yang ada. Terus apa yang dikorbankan ketika kegiatan padat dan harus memutuskan sesuatu. “Sebagai santri kita harus pintar-pintar mengatur waktu, yaitu dengan membuat skala prioritas. Kalo bisa prestasi maju terus, tholabul ‘ilminya tidak ditinggalkan.” Tuturnya.

Dalam podcast yang dipandu oleh Rekanita Regina (23/10/2020), Kang Salmanpun menyebutkan bahwa tantangan santri hari ini adalah bagaimana santri bisa ikut berperan menangkal isu hoax dan fitnah yang memenuhi timeline media sosial.  “Peranannya sangat penting, karena seorang santri pastinya belajar ilmu agama yang dimana ilmu agama itu ilmu pasti bukan ilmu multitafsir, disitulah santri bisa menghubungkannya ke dalil, ada Qurannya tidak, ada haditsnya tidak. Kemudian santri tinggal mencari sumbernya, info akuratnya dari mana. Bahkan seorang santri yang takdim pada gurunya pasti bertanya terlebih dahulu atas kepastian informasi yang diterimanya.” Terangnya

Terakhir ada pesan dari Kang Salman, “Jadilah seorang santri yang bertholabul ‘ilminya menang dan berani mencoba dalam segala bidang. Karena, hakikatnya satri yang baik itu ialah santri yang selalu ingin mencoba segala hal, dalam hal kebaikan, bisa dilihat dari sini bahwa santri itu bisa berguna dimana saja, berprestasi dimana saja, bisa mendalami ilmu apa saja, dan juga santri harus bisa membawa nama baik almamaternya dengan akhlak yang baik juga” Tutupnya

Pewarta: Ristanti
Editor    : Siti Fatonah

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top