skip to Main Content

Saatnya Yang Muda Berinternet Sehat

Oleh : Siti Fatonah

Kemajuan teknologi yang diikuti dengan kemudahan untuk mengakses informasi yang ada, membuat masyarakat merubah pola budaya manusia dalam belajar, berkomunikasi, bekerja, bahkan berinteraksi untuk kebutuhan belanja dan aspek penting lainnya. Kemudahan dalam berteknologi dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sangat baik, hampir pada semua sektor menggunakan akses internet; bahkan saat ini penggunaan surat elektronik (email) lebih banyak digunakan dibandingkan dengan surat manual. Hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan sebanyak 132,7 juta penduduk Indonesia kini telah terhubung ke internet, jumlah ini meninggkat dari dibanding paada tahun 2014; diakses dari Kominfo, bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 82 juta orangpada triwulan ketiga tahun 2014, meningkat sebanyak lebih dari 11 juta orang dibandingkan pada tahun 2013 yang mencapai 71,19 juta orang.

Hal serupa disampaikan oleh hasil survey yang dilakukan Markplus insight, bahwa jumlah pengguna internet Indonesia didominasi oleh generasi muda berusia 15-30 tahun yang disebut “netizen”. Mereka berkomunikasi di dunia maya seperti berkomunikasi di dunia nyata, mengakses berbagai informasi baik yang positif maupun negatif; dengan demikian informasi yang didapatkanpun terbuka dengan luas.

Pengaruh berita dengan konten negatif  berjamur dimana-mana seperti; pornografi, perjudian, penipuan, pencemaran nama baik dan berita bohong (hoax),  sudah sering diberitakan diberbagai media. Apalagi fenomena berita bohong (hoax) hari ini yang sudah banyak berjamur dimana-mana dan dijadikan sebagai bisnis yang menguntungkan. Selain itu fenomena negatif yang sering menimpa anak-anak dan remaja adalah “cyberbullying”. Melihat fenomena tersebut, sudah seharusnya para pengguna internet bisa menggunakan internet dengan bijak.

Program INSAN (Internet Sehat) yang diluncurkan oleh Kominfo pada tahun 2011, tentunya harus disambut dengan baik oleh semua kalangan terlebih oleh generasi muda yang mendominasi pengguna internet di Indonesia. Penyebaran virus berinternet sehat harus secara masif ditularkan pada semua kalangan yang terhubung ke internet sejak diri. Berinternet yang cerdas dan aman bukan hanya piawai atau mahir dalam megoperasikan dan memanfaatkan media internet, tetapi juga cerdas dalam memilih dan memilih informasi yang dibaca dan dipublikasikan. Apalagi bagi seorang pelajar, yang membutukan banyak informasiuntuk bahan belajar; tentunya harus cerdas dalam memilih informasi yang akan digunakan.

Cara yang mudah dalam menggunakan internet sehat dan aman, yakni dengan menggunakan internet untuk menambah sumber ilmu yang postif. Lalu bagaimana jika menemukan ilmu-ilmu yang negatif atau terkesan provokatif, misalnya tentang pengaruh radikalisme dan teroris. Karena saat ini para teroris, memanfaatkan jaringan internet untuk mencuci otak para kaum muda. Kita perlu mengkonfirmasi sumber ilmu tersebut pada guru kita.

Hal lain yang bisa dilakukan oleh kita  untuk kegiatan berinternet sehat yakni dengan tidak asal mengshare berita-berita yang isinya hoax ataupun provokatif, kita harus cerdas dalam mengshare, saring terlebih dahulu sebelum mengshare. Kemudian jangan lupa, ketika kita mengambil sumber dari web atau blog untuk tugas, disebutkan juga sumber pustaka dituliskan kita. Kemudian, jangan pernah lelah untuk mengkampanyekan berinternet sehat dengan mulai dari hal terkecil seperti mengupdate status-status yang menenangkan bukan meresahkan, mulai untuk menggunakan internet untuk hal-hal positif dan mulai dari sekarang untuk lebih bijak dalam berinternet. Karena jika bukan yang muda yang bergerak, jika bukan sekarang. Maka siapa lagi yang akan peduli. Mari jangan pernah lelah untuk berinternet dan mengkampanyekan internet sehat.

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top