skip to Main Content

Pesan Habib Lutfhi Saat Istighosah di Pusdai

Bandung, Media NU Kota Bandung.

Dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, juga peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober. Sekitar satu juta santri se-Jawa Barat (Jabar) mengikuti istighosah kubro secara virtual. Kegiatanpun digelar secara langsung di Mesjid Pusdai Jabar dengan menerapkan protokol kesehatan dan undangan terbatas. Rabu (21/10).

Dalam kegiatan tesebut, hadir Gubernr Jabar Ridwan Kamis, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Habib Luthfi bin Yahya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar, juga organisasi masyarakat (ormas) islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, serta tamu undangan yang lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Jabar. Mengatakan bahwa istighisah kubro ini menjadi memontum untuk intropeksi diri dan memanjatkan doa kepada Allah Swt.

“Pada momentum kali ini sangat tepat digelar sebagai bahan intropeksi kita serta memohon pertolongan kepada Allah SWT terkait masalah bangsa saat ini.” Ujarnya.

Lebih lanjut, Geburnur yang akrab disapa Kang Emil menambahkan bahwa saat ini Indonesia tengah diterpa berbagai ujian, mulai dari Covid-19, bencana alam sampai kondisi sosial politik. Dengan diadakannya istighasah kubro, pihaknya berharap segala permasalahan yang ada di Indonesia khusunya Jabar segera selesai dan bisa kembali kondusif.

“Mudah-mudahan selepas ini kondisi Jabar bisa lebih damai, kondusif, dijauhkan dari segala marabahaya dan pandemi Covid-19 segera berakhir.” Lanjutnya.

Habib Luthfi bin Yayahpun mengatakan bahwa. Istighosah memiliki arti bahwa manusia pada dasarnya merupakan makhluk yang lemah yang tidak sanggup menyelesaikan permasalahan tanpa pertolongan Allah SWT.

“Kita memohon pertolongan kepada Allah atas ketidak mampuan kita. Maka istighosah tersebut menunjukkan kelemahan kita serta masih sangat perlu mendekatkan diri kita kepada Yang Maha Kuasa.” Katanya.

Dengan mengingat kebesaran dan sifat-sifat Allah Swt, kata Habib Luthfi, maka ketauhidan dalam diri seseotang akan semakin kuat. Pun demikian dengan kepedulian terhadap sesama.

“Melalui apa yang kita baca dan mengingat kebesaran-kebesaran Allah Swt akan membah tauhid ma’rifat serta keyakinan kita kepada Allah Swt dan menuntut kita untuk peduli terhadap sesama.” Kata Habib luthfi.

 

Pewarta: Asmara

Editor: Yuli N

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top