skip to Main Content

Peringati Harlah NU Versi Hijriyah: Kiai Khoer Ingatkan ini pada santrinya

PP Nurul Iman

Media Center NU Kota Bandung,
Bandung- Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi keagamaan yang didirikan oleh para ulama. Bergabung dan mengabdi di NU berarti meneruskan dan mengikuti jejak perjuangan ulama dalam menebaran Islam Ala Ahlusunnah Wal Jama’ah atau Aswaja.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Iman, KH. Khoerudin Aly, M.Pd.I dalam kegiatan Istighosah Akbar yang di laksanakan di halaman Pondok Pesantren Nurul Iman, Cibaduyut Bandung Jumat (18/2). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini merupakan peringatan Harlah NU ke-99 versi hijriah.

Kiai yang juga merupakan Wakil Katib Syuriah PCNU Kota Bandung ini, menjelaskan bahwa banyak kelompok atau organisasi Islam yang mengklam dirinya mengikuti ajaran Aswaja. Banyak klain ini tentunya bisa membuat bingung mereka yang masih awam. Apalagi untuk santri yang masih baru atau santri yang nantinya akan memilih pesantren di sekolah lanjutannya, maka mereka harus memahami betul apa ciri-ciri Aswaja ala NU ini.

Ia menjelaskan, bahwa ciri Aswaja ala NU yang membedakan dengan Aswaja aliran lain adalah NU mengikuti akidah Asy’ariyah dan Maturidiyah sementara dalam mazhab fikih mengikuti salah satu dari imam emat yakni Imam Syafii, Maliki, Hanbali atau Hanafi sedangkan dalam tasawwuf mengikuti al Ghozali dan Junaidi al Bagdadi.

“Kalau pesantrennya ada ciri-ciri tersebut sudah pasti itu NU.” Ujarnya

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa di Indonesia dan Asia Tenggara pada umumnya, umat Islam mayoritas mengikuti mazhab Syafii yang dalam ajarannya cukup fleksibel, toleran dan memnuhi kebutuhan umat. Tak heran, jika mazhab ini boleh dikatan memiliki pengikut tersebar di dunia.

Namun demikian, ciri yang paling mudah diidentifikasi oleh santri adalah dengan melihat apakah ada kegiatan khas dari NU atau tidak. Kegiatan tersebut yakni Shalawatan, Tahlil, Marhaba dan Ziarah Kubur.

Setelah penyapaian pesan tersebut kegiatan dilanjutkan dengan Istighosah dan doa bersama serta ditutup dengan pengumuman perlomba antar kelas dan pemberian tropi perlombaan yang diikuti santri di tingkat Provinsi.

Pewarta          : Latipatunnisa
Editor             : Siti Fatonah

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top