skip to Main Content

OSIS Pesantren Nurul Iman Bandung Belajar Konsep Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

Bandung, NU Online

Hidup berdampingan dengan sesama merupakan sebuah kepastian di Indonesia, sebagai sebuah Negara yang memiliki beragam kebudayaan maupun agama membuat kita sebagai warga Negara harus saling menghormati satu sama lain. Kehidupan mengenai menghargai perbedaan tentunya sudah diajarkan secara turun temurun oleh para pendahulu kita. Bahkan hal tersebut diajarkan dibangku-bangku sekolah melalui pelajaran Pendidikan Kewarga Negaraan.

Dalam konteks keIslaman, kita bahkan dikenalkan dan diajarkan untuk senantiasa menghormati sesama. Hal tersebut dituangkan dalam QS. Al-Kafirun ayat 6 dengan sikap saling menghormati dan menghargai keyakinan orang lain agar tercipta kerukunan di antara sesama umat beragama (Surat Al-Kafirun ayat 6). Begitupula dengan sesama Muslim diwajibkan membangun persaudaraan agar terbangun kedekatan, kekuatan, dan keharmonisan seperti yang terdapat dalam Surat Al-Hujurat ayat 10.

Hal tersebutlah yang melatar belakangi Osis MA dan MTs Nurul Iman, untuk melakukan kegiatan berbagi dengan sesama. Para pengurus osis tersebut, mendistribusikan bantuan berupa peralatan shalat, Al-quran dan Iqro ke DTA Nurul Iman Al-Musri 1 Jl. Mekarsari Rt 01 Rw 04 Desa Kertajaya, Kec.Ciranjang dan ke Pondok Pesantren Nurul Hidayah Palalongan, Kp. Pasir Kuntul Rt 04 Rw 09 Desa Kertajaya , Cianjur Jawa Barat. Minggu, (24/03/2019).

Kegiatan tersebut merupakan program kerja tahunan yang rutin dilaksankan oleh pengurus osis dan rencananya kegiatan tersebut akan diubah menjadi tiga bulan sekali. Kegiatan tersebut selain untuk meningkatkan rasa empati dan peduli pada sesama. Kegiatan tersebutpun diharapkan menjadi media untuk bersilaturahmi dan mengambil pelajaran dari setiap kegiatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Satrio Wicaksono, Ketua Osis I MTs Nurul Iman. Ia menyebutkan bahwa kegiatan baksos tahun ini, sangat sarat akan makna dan iapun mengambil pelajaran dari kegiatan tersebut.

“Kegiatan baksos kali ini begitu berbeda dengan kegiatan baksos sebelumnya, selain memang kita ubah konsepnya dengan melakukan baksos di Pondok pesantren dan DTA. Kita mendapatkan pelajaran berharga mengenai hidup bedampingan dengan sesama. Bukan hanya dengan orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda akan tetapi dengan agama yang berbeda.” Papar siswa kelas 8 ini.

Kegiatan baksos tersebut dilakukan didua tempat berbeda, meskipun keduanya berada di Desa dan Kecamatan yang sama. Kedua lokasi baksos tersebut berada diantara gereja yang saling berdekatan. Meskipun begitu, kehidupan keduanya berjalan dengan harmonis. Rahasia dari keharmonisan tersebut adalah sikap saling menghormati dan menghargai dengan sesama, hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Palalngon. Ismail.

Menurutnya, kita sebagai orang muslim sudah seharusnya mengajarkan tentang Islam dengan cara yang damai, selain itu juga kita harus menampilkan wajah Islam yang damai. Kosep mengenai menyebarkan kasih saying pada sesame sudah ada di Al-Quran dan Hadits, bahkan dicontohkan langsung oleh Rasulllah Saw. Namun dalam prakteknya terkadang kita akan merasa sulit.

“Berbicara konsep tentang islam yang damai, islam yang ramah, islam yang Rahmatan lil alamin dan sebagainya mungkin akan mudah. Namun ketika kita mempraktikan dan beristiqomah dijalanNya apakah akan mudah?apakah akan berjalan sesaai keinginan kita?.” Papar Kang Ismail, saat menceritakan jatuh bangun membangun Ponpes.

Selanjutnya diakhir pemaparannya, alumni Pomdok Pesantren Haur Kuning dan Al-Huda 2  yang juga anggota Ansor Cianjur ini, berpesan kepada para anggota osis yang ikut. Bahwasanya harus senantiasa menampilkan Islam yang ramah dan damai pada sesama. Terlebih pada mereka yang mungkin belum mengenal agama Islam bahkan saat berada diposisi lingkungan muslim yang minoritas.

“Berbuat baiklah pada semua orang, kelak kebaikan kita akan berbalik pada diri kita sendiri. Mereka yang belum mengetahui tentang Islam, bukan tidak ingin mengetahui namun kitalah yang harus bisa menyampaikan dengan cara yang baik. Tampilkanlah Islam yang Rahmatan lil alamin, menenangkan dan menyejukan untuk sesama manusia.” Tuturnya.

Kegiatan baksos tersebut ditutup dengan ramah tamah dan berkeliling disekitar Pondok, juga tak lupa menyerahkan titipan peralatan shala, iqra dan Al-Quran. (Siti F)

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top