skip to Main Content

Ngalap Berkah Ulama Melalui IPPNU

Oleh: Dhilla Nuraeni Az-Zuhri

Seringkali orang bertanya, “ngapain sih ber-IPPNU? Ngabisin waktu aja”. Memang betul, ber-IPPNU adalah menghabiskan waktu kosong dan luang. Ketika sebagian pelajar/mahasiswa lain menghabiskan waktu kosongnya dengan berjalan-jalan ke mall, atau hang out di cafe-cafe, maka pada saat itu teman-teman IPPNU menghabiskan waktu kosongnya dengan bersama-sama mengikuti kajian, berdiskusi, silaturahmi dengan para sepuh dan tokoh NU, juga yang tak kalah pentingnya mengkader para pelajar melalui acara yang dikemas sangat ciamik dan menarik.

Ber-ippnu merupakan sebuah pilihan bagi palajar/mahasiswa. Ada banyak organisasi kemahasiswaan/ pelajar yang dapat diikuti oleh mereka, tentunya organisasi tersebut merupakan organisasi ekstra kampus/ kurikuler yang mana mereka dapat memilih salah satunya sebagai pengembangan potensi dan pengembangan diri.

Ketika mereka memilih untuk ber-ippnu, maka mereka memiliki point plus tersendiri bagi mereka. Mengapa? Karena ippnu adalah salah satu badan otonomnya nahdlatul ulama yang garapannya pada segmen pelajar, mahasiswa, dan santri putri. Yang mana para pendirinyapun merupakan tokoh NU, dan secara otomatis ippnu merupakan anaknya dari NU. Maka disanalah letak point plusnya.

Ber-ippnu akan selalu didoa’kan oleh para ulama. Doa’ ulama sangatlah mustajab. Seperti yang kita ketahui bahwa ulama merupakan pewaris para nabi, warisan nabi tidak hanya ilmu agama, tetapi juga keistimewaan dan akhlak mulia terhadap sesama makhluk Allah di muka bumi. Ada banyak keberkahan yang didapat ketika kita berada pada lingkungan ulama.

Menurut bahasa, berkah berasal dari bahasa Arab: barokah (البركة), artinya nikmat (Kamus Al-Munawwir, 1997:78). Istilah lain berkah dalam bahasa Arab adalah mubarak dan tabaruk. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:179), berkah adalah “karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia”. Menurut istilah, berkah (barokah) artinya ziyadatul khair, yakni “bertambahnya kebaikan” (Imam Al-Ghazali, Ensiklopedia Tasawuf, hlm. 79). Para ulama juga menjelaskan makna berkah sebagai segala sesuatu yang banyak dan melimpah, mencakup berkah-berkah material dan spiritual, seperti keamanan, ketenangan, kesehatan, harta, anak, dan usia.

Lantas, dimana letak berkahnya ber-ippnu? Secara langsung memang tidak terasa, akan terasa apabila kita telah masuk ke dalamnya, mengabdikan diri di dalamnya dengan ikhlas dan tulus, membangunnya dengan penuh semangat dan tanggung jawab bukan karena jabatan atau materi dan yang lainnya. Akan ada banyak kebaikan yang di dapat setelah kita masuk di dalamnya apabila kita benar-benar membangunnya dengan niat lillahi ta’la.

Ber-ippnu jelas berkumpul dengan orang yang sholeh dan sholehah. Bagaimana tidak, di dalamnya berkumpul para kiayi, ulama, dan santri. IPPNU menjamin akan pergaulan yang baik karena pergaulannya selalu dilandasi ilmu agama yang kuat sesuai ajaran ahlu sunnah waljamaah annahdliyah. Berkumpul dengan orang yang sholeh dan sholehah merupakan contoh kecil berkahnya ippnu, dan banyak sekali keberkahan ulama setelah kita masuk di dalamnya.

Mari ber-ippnu dengan senang, riang dan gembira, niatkan semuanya karena Allah SWT. Bukan jabatan atau materi yang dikejar, ngalap berkah ulama yang paling utama.

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top