skip to Main Content

Menjaga Doa dari kalimat yang kurang baik dan terburu-buru

Bandung, Media Center NU Kota Bandung. Dalam pengajian virtual Majelis Ta’lim (MT) Muda Mudi NU Kota Bandung yamg dilaksankana, Minggu (11/07) melalui platform zoom meeting. Diisi dengan tausiyah yang disampaikan KH. Wahyul Afif Al-Ghofiqi. Dalam tausiyahnya, beliau membahas mengenai Doa. Dalam pembahasannya, beliau mengutip salah satu kisah dari kitab Riyadussolihin

Dalam Kitab Riyaadussolihin dari Usammah bin Zaid RA, ia berkata “ Barang siapa yang diperlakukan baik,kemudian ia berkata kepada orang yang berbuat baik itu jazakallahu khoiron (Semoga Allah membalas kebaikan mu)”. Rasulullah pun mengajarkan kepada sahabat-sahabat untuk selalu berterima kasih ketika mendapat kebaikan dari orang lain.

Lebih lanjut, Kiai Mako menjelaskan bahwa ada dua adab yang barus kita lakukaan ketika mendapatkan kebaikan.Pertama berterimakasih kepada orang tersebut dan yang ke dua mendo’akan orang tersebut.

Selanjutnya, beliau mengutip sebuah kisah dari kitab Risalatul Mu’awanah Wal Mudzaharah Wal Muwazarah halaman 141. “Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya berjudul Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudzâharah wal Muwâzarah, halaman 141, menjelaskan tentang larangan mendoakan jelek dan melaknat, baik ditujukan pada diri sendiri, orang lain maupun sesuatu apa pun di luar dirinya yaitu:

 “Janganlah kamu sekalian berdoa yang tidak baik terhadap dirimu sendiri, jangan pula kamu sekalian berdoa tidak baik kepada anak-anak mu,dan jangan lah kamu berdoa yang tidak baik terhadap harta bendamu dan janganlah kamu juga berdoa seperti itu terutama dalam waktu dimana allah menerima doa,kemudian doa mu dikabulkan.”

Dalam dua kutipan kitab tersebut, kita mengambil pelajaran penting bahwa saja. Begitu bahaya sekali ucapan lisan itu, ketika kita mendoakan orang lain—sekalipun dia berbuat dzalim  kepada kita, atau bahkan ketika kita berdoa untuk diri kita maupun keluarga dengan doa yang tidak baik. Hal tersebut tentunya bukalah akhlahkul karimah (akhlak yang baik).

Sebaliknya, doa haruslah dipanjatkan dengan kalimat yang baik, dengan pengharapan yang penuh dengan kebaikan. Sekalipun doa tersebut kita tunjukkan untuk orang yang telah berbuat dzalim pada diri kita.

“Doa yang sebaiknya diucapkan untuk orang yang telah berbuat dxalim adalah doa yang baik-baik saja, misalnya agar dia mendapkan kasih sayang dari Allah SWT, sehingga bisa menyadari kesalahannya dan berrobat pada-Nya.”Jelas Kiai Mako.

Selain Adab berdoa yang baik-baik, kitapun kiranya tidak boleh berdoa dengan terburu-buru. Dalam sebuah hadist yang di riwatkan oleh Imam Bukhori disebutkan, bahwa “Do’a seseorang akan  dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk berbuat dosa atau berdoa untuk memutus tali silaturahmi selama orang itu tidak berada dalam keadaan terburu-buru”

Dalam hal berdoa, hendaknya kita jangan terburu-buru dan dalam artian memaksa ingin segera dikabulkan. Sebagai contoh orang yang terburu-beuru dalam berdoa. Yaitu apabula dia mengucapkan doa yang sudah dipanjarkan berkali-kali. Namum, belum juga dikabulkan. Sehingga dia meresa rugi dalam berdoa, bahkan dia tidak mau berdoa kembali.

Contoh orang yang terburu-buru yaitu Apabila dia sudah berdoa berkali-kali, namun belum juga dikabulkan sehingga dia merasa rugi dengan doa nya bahkan tidak mau untuk berdoa kembali. Namun, ada pula doa orang yang sombong yaitu; dia yang tidak mau berdoa karena beranggapan bahwa A llah sudah tau apa yang menjadi penantiannya dan merasa bahwa allah akan tau yang terbaik untuknya.

Padahal harapan kita berdoa agar ada hubungan baik kita dan allah selalu terjaga dan menginginkan lebih dekat antara hamba dan tuhannya. Maka ada kalimat ud’uni istajib lakum artinya berdoalah pada Ku maka akan Aku kambulkan.

Semoga kita terhindar dari sikap orang yang sombong ketika berdoa dan selalu menjadi orang yang senantiasa mendoakan orang lain dengan kalimat yang baik serta terhindar dari sifat terburu-buru ketika berdoa.

wallahu a’lam

Pewarta  : Latipatunnisa
Editor     : Siti Fatonah

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top