skip to Main Content

MENGENANG WAFATNYA KH A WAHID HASYIM

MENGENANG WAFATNYA KH A WAHID HASYIM

K. H. Abdul Wahid Hasjim rahimahullah lahir di Jombang, Jawa Timur, 1 Juni 1914 – meninggal di Cimahi, Jawa Barat, 19 April 1953 pada umur 38 tahun, adalah pahlawan nasional Indonesia dan menteri negara dalam kabinet pertama Indonesia. Ia adalah ayah dari presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid dan anak dari Mohammad Hasyim Asy’ari, salah satu pahlawan nasional Indonesia. Wahid Hasjim dimakamkan di Tebuireng, Jombang.

Pada tanggal 19 April 1953, rakyat Indonesia kehilangan salah satu tokoh nasional yg sangat dihormatinya. K.H. Abdul Wahid Hasyim wafat dalam insiden kecelakaan lalu lintas di kawasan Cimahi, Jawa Barat.

Saat itu, Wahid Hasyim pergi bersama putra sulungnya, Abdurrahman Wahid (Gus Dur, presiden ke-4 Indonesia), Argo Sucipto (Sekjen PBNU dan Tata Usaha Majalah Gema Muslimin, dan juga ditemani oleh seorang sopir dari Harian Pemandangan untuk menghadiri rapat NU di Sumedang pada tanggal 18 April 1953. Gus Dur dan sopir duduk di jok bagian belakang sementara Wahid Hasyim dan Argo Sucipto duduk di jok bagian belakang.

Putra K.H. Hasyim Asy’ari itu wafat pada tanggal 19 April 1953 pukul 10.30 WIB. Menteri Agama era presiden Soekarno ini wafat pada usianya yang belum genap menginjak 39 tahun. Argo Sucipto juga wafat di hari yang sama pada pukul 18.00 WIB

Jasa terhadap negara

Sosok ini pernah beberapa kali menjabat sbg menteri. Di antaranya sbg menteri agama pada Kabinet Republik Indonesia Serikat (1949-1950), Kabinet Natsir (1950-1951), dan Kabinet Sukiman (1951-1952). Wahid juga merupakan salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Dalam penyusunan rumusan Pancasila dan UUD 1945, Wahid juga termasuk seseorang yg turut ambil andil besar. Wahid adalah satu dari sembilan orang yg menandatangani Piagam Jakarta. Piagam Jakarta inilah yg menjadi cikal bakal perumusan Pembukaan UUD ’45.

Peran organisasi politik

Dari pesantren, ia mulai aktif bergabung dalam berbagai organisasi dan mulai mengambil peran dalam kehidupan politik Indonesia. Ia sempat menjadi Ketua Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) dan Masyumi, jajaran pimpinan Presidum Kongres Rakyat Indonesia (Korindo), dan berpartisipasi dalam Gabungan Partai Politik Indonesia (GAPI).

Tidak hanya itu, Wahid adalah sosok yg optimistis dengan pencapaian kemerdekaan Indonesia. Namun, upaya perjuangannya mempertahankan kemerdekaan Indonesia membuatnya menjadi daftar orang yg dicari Belanda.

Warisan Syair KH Wahid Hasyim

Beberapa syair hikmah berbahasa Arab berikut adalah sebagain warisan berharga dari ulama dan pahlawan nasional ini.

وَلَا شَيْءٌ يَدُوْمُ فَكُنْ حَدِيْثاً # جَمِيْلَ الذّكْرِ فَالدُّنْيَا حَدِيْثُ

Tak ada satu pun di dunia ini yang kekal. Maka, ukirlah cerita indah sbg kenangan. Karena dunia memang sebuah cerita

أَلَا لِيَقُلْ مَا شَاءَ مَنْ شَاءَ إِنّماَ # يُلاَمُ الفَتىَ فِيْمَا اسْتَطَاعَ مِنَ اْلأَمْرِ

Ungkapkanlah apa yg ingin diungkapkan. (Jangan ragu) pemuda memang selalu dicemooh lantaran kecakapannya.

ذَرِيْنِيْ أَنَالُ مَا لَا يُناَلُ مِنَ اْلعُلَى # فَصَعْبُ العُلىَ فِي الصَّعْبِ وَالسَّهْلُ فِي السَّهْلِ
تُرِيْدِيْنَ إِدْرَاكَ المَعَالِي رَخِيْصَةً # فَلَا بُدَّ دُوْنَ الشَّهْدِ مِنْ إِبْرِ النَّحْلِ

Biarkan aku meraih kemuliaan yg belum tergapai. Derajat kemuliaan itu mengikuti kadar kemudahan dan kesulitannya. Engkau kerap ingin mendapatkan kemuliaan itu secara murah. Padahal pengambil madu harus merasakan sengatan lebah.

سَتُبْدِيْ لَكَ الأَيَّامُ مَا كُنْتَ جاَهِلاً # وَيَأْتِيْكَ بِاْلأَخْبَارِ مَا لَمْ تُزَوِّدِ

Kelak waktu akan memperlihatkan dirimu sebagai orang yg bodoh, dan membawakan kabar untukmu tentang perbekalan yg kosong.

لَقَدْ غَرَسُوْا حَتَّى أَكَلْناَ وَإِنَّناَ # لَنَغْرَسُوْا حَتَّى يَأْكُلَ النَّاسُ بَعْدَنَا

Para pendahulu telah menanam sehingga kita memakan buahnya. Sekarang kita juga menanam agar generasi mendatang memakan hasilnya.

إِذَا فَاتَنِيْ يَوْمٌ وَلَمْ أَصْطَنِعْ يَدًا # وَلَمْ أَكْتَسِبْ عِلْماً فَمَاذَاكَ مِنْ عُمْرِيْ

Tatkala waktuku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini?

Pesan luhur beliau

Saat bunda melahirkanmu, engkau menangis,
Sementara orang2 sekeliling menyambutmu
Dengan tawa gembira.

Berjuanglah, hingga saat mautmu tiba, mereka
Menangis, sementara engkau tertawa ria.

Buah Qona’ah adalah ketenangan,
Buah rendah hati adalah cinta.
Buah keangkuhan adalah benci.

Pangkal cobaan hidup adalah tiga hal :
Mata yang melihat,
Rupa yang memikat,
Hasrat yang berkuasa.

Islam adalah demokratis, tidak takut
Pada pendapat yg berlainan
Dari padanya. Tidak ada buku yg
Lebih demokratis dari pada Al-Qur’an.

Pahlawan Nasional

Meskipun perjuangannya terbilang singkat, sosoknya yg tegas dan cerdas dan mendukung toleransi telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Wahid Hasyim tercatat sbg pahlawan menurut SK Presiden RI No 206 tahun 1964, pada 24 Agustus 1964.

from various sources by Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA dan Alumni Pesantren Tebuireng

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top