skip to Main Content

Membumikan Pemikiran Gusdur

Oleh: Wahyu Iryana

Haul Gusdur tahun 2020 sekarang terbilang beda karena viralnya buku “Menjerat Gusdur” Yang ditulis oleh Virdika Rizky Utama. Rangkaian Haul Gusdur bagi Gusdirian Bandung ditutup dengan acara Bedah Buku Menjerat Gusdur yang menghadirkan langsung penulisnya Virdika. Dalam sambutannya kordinator Gusdurian Bandung Sahabat Awi mengungkapkan bahwa Gusdur adalah sosok yang unik ketokohannya menginspirasi, begitupun ungkapan pembina Gusdurian Bandung Dr. Dudang Gojali yang juga menjabat Dekan Febi UIN Sunan Gunung Djati Bandung bahwa acara Bedah Buku Menjerat Gusdur bukan untuk mengusik perlawanan bales dendam orang orang yang menjerat Gusdur tapi ada upaya penyatuan kader kader nahdiyin yang terserak dan tercecer untuk berhimpun bersatu dan bergerak. Begitupun Ketua IKA PMII KH. Nu’man Hakim dalam pembukaan wacana kaitan ketokohan Gusdur dalam bUku Menjerat Gusdur tersebut. “Gusdur itu punya Indra keenam, dia bisa menembus sekat sekat nalar keumuman, membincangkan Gusdur tidak akan habis terus menurus, ya setidaknya sampai sekarang.” Ungkap kang Nu’man sapaan akrab Ketua IKA PMII Jabar.

Acara kemudian dibuka oleh moderator Sahabat Ahmad Regi Maulana (Ketua IPNU Kota Bandung). Acara Bedah Buku Menjerat Gusdur dibagi dalam tiga seasen. Pertama ulasan penulis, rilis pembanding sekaligus pelaku peristiwa KH. Chozin Khumaedi (Mantan Dubes Libanon/Mantum Ketua Umum PKC PMII Jabar).

Dalam pemaparan penulis bahwa Buku Menjerat Gusdur berdasarkan data primer karena dia adalah alumni Sejarah. Data yang dimaksud adalah dokumen berharga yang ia temukan dari kantor Partai Golkar yang sedang direnovasi. Ada seorang OB yang membawa tumpukan berkas dan akan membuangnya, Virdika menanya “Apakah ini boleh saya minta?” Tanya Virdika. “Boleh silahkan saja mas, itu kami akan buang ko. ” Jawab si OB. Virdika seolah mendapat durian runtuh ketika membuka berkas dokumen yang berisi upaya upaya elite untuk menjatuhkan Gusdur. Tanpa banyak fikir Virdika langsung berkemas dan menuliskannya hingga menjadi Buku Menjerat Gusdur. Ada orang-orang penting yang banyak terlibat dalam upaya penjatuhan Gusdur, salah satu yang disebut adalah Amin Rais, Fuad Bawazir, Akbar Tanjung, hahkan menyebut juga Azumardi Azra akademisi HMI dalam buku menjerat Gusdur tersebut. Virdika mengungkapkan bahwa Gusdur itu orang yang punya komitmen dan konsisten. Ada hal yang menarik juga dari Gusdur setelah Gusdur lengser ternyata Gusdur ketika pemilu 2004 mau mencalonkan lagi banyak orang yang meragukan kapasitasnya bahkan Romo Magnis Suseno sahabat Gusdur yang juga seorang Katolik membujuk agar Gusdur tidak usah maju kembali mencalonkan Presiden. “Gus sudahlah Gus… Ga usah maju lagi jadi Presiden… Mundur saja. ” Bujuk Romo Magnis. Diluar dugaan Gusdur menjawab “Romo ini gimana saya, saya itu maju aja dituntun apalagi  disuruh mundur. Closing ungkapan penulis disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari peserta audiens.

Acara dilanjut dengan tanya jawab dan diakhiri dengan deklarasi keberagaman dari seluruh peserta yang hadir. Poin inti dari pemikiran Gusdur adalah Perjuangan untuk memanusiakan manusiakan, sisi Humanis inilah yang terpenting dari setiap perjuangan. Acara diakhiri dengan doa tutup oleh KH. Asep Shodikin (LBM PWNU Jabar/Ketua Jurusan PMI)

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top