skip to Main Content

Inalillah, Rois Syuriah NU Kota Bandung Wafat

Bandung, Media Center NU Kota Bandung. Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung, KH Tajuddin Subki, Sabtu (23/1) saat masuk waktu magrib, berpulang ke Rahmatullah. Empat hari sebelumnya, 19 januari 2021, Hj. Nyi Mas Ummi Fatimah, isteri KH Tajuddin Subki, terlebih dulu dipanggil sang Maha Pencipta.

Sudah sejak sebulan terakhir ini, KH Tajuddin Subki yang di masyarakat biasa dipanggil Aah, dan istrinya terbaring di tempat tidur. Keduanya tidak pernah melakukan swab. Setelah Ummi meninggal, Aah melakukan tes rapid, hasilnya reaktif. Namun Aah melakukan isolasi mandiri di tempat tinggalnya, kompleks Pesantren Khozanaturrohman Jln. Cibolerang Bandung. Sambil aktif di NU, Aah juga terus mengasuh ratusan santri di Pesantren Khozanaturrohman yang dipimpinnya. Penguasaan dan keluasan ilmu agama dan spesialisasinya Ilmu Falaq (astronomi) menjadikan Aah diamanahi memimpin Syuriah NU 10 tahun terakhir ini. Aah juga sempat menjadi salah satu pengurus di MUI Kota Bandung yang diketuai Prof. DR KH Miftah Faridl.

Banyak santri asuhan Aah yang kini dipercaya masyarakat dengan sebutan kiyai. Alumni Khozanaturrohman ini bertebaran di berbagai daerah dan mempimpin pondok pesantren di tempat asal mereka. Ada yang di Sumedang, Garut, Tasik, Ciamis, Subang, Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Bahkan ada yang di Lampung dan Jambi. Selain mengasuh santri santrinya, Aah juga membagikan ilmu agama baik kepada masyarakat sekitar dan di tempat tempat lainnya, termasuk membimbing kaum ibu di majelis taklim Al Maemuniyah Kompleks Cibolerang Bandung.

Pengajian tiap Jumat di MT Almaemuniyah diadakan sejak tahun 1988. MT Almaemuniyah didirikan Hj Siti Maemunah dan kini dipimpin Hj Sukriyah Djoko. Sejak tersiarnya berita wafatnya Aah, ratusan pelayat datang silih berganti. Pelayat berdatangan sepanjang malam hingga saat pemakaman.

Pelayat terdiri atas para kiyai dan tokoh agama dan masyarakat, para santri, serta masyarakat lainnya. Banyak di antara pelayat yang tidak memperhatikan protokol kesehatan. Tidak bermasker dan berkerumun. Di antara puluhan karangan bunga, terdapat kiriman dari Wali Kota Bandung, Oded M. Danial serta Ketua DPRD Kota Bandung, Teddy.

Jenazah Aah dimakamkan Minggu (24/1) sekira pukul 09.00 WIB  berdampingan dengan makam istrinya, di pemakaman keluarga yang ada di komplek Pondok Pesantren Khozanaturrohman.

Pewartan : Ann

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top