skip to Main Content

Guru dan Pandemi Corona

Oleh: Dhilla Nuraeni Az-Zuhri

Pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) yang melanda saat ini memiliki dampak besar bagi seluruh dunia. Dikarenakan seriusnya permasalahan Covid-19, pemerintah terpaksa mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), serta adanya kebijakan untuk di rumah saja, sesuai dengan protokol kesehatan yang ada, sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tersebut mengakibatkan banyaknya perubahan-perubahan terjadi yang sebelumnya justru tidak pernah terpikirkan oleh banyak orang. Salah satunya perubahan dalam dunia pendidikan. Wabah ini mengakibatkan perubahan total pada proses pembelajaran, dimana kegiatan belajar mengajar yang tadinya berjalan normal diadakan di sekolah, kampus, pesantren, dan yang lainya, tiba-tiba saja berubah yang mengharuskan siswa untuk belajar dari rumah.

Proses pembelajaran dilakukan secara online (pembelajaran Daring), dimana guru dan para siswa melakukan kegiatan belajar mengajar menggunakan aplikasi yang diinstalkan ke HP (telepon seluler) atau laptop. Orang tua juga diminta untuk bekerjasama dengan cara mendampingi siswa dalam proses pembelajaran online tersebut. Akan tetapi, kebijakan belajar dari rumah dengan dampingan orang tuanya tersebut, ternyata tidak semudah apa yang kita bayangkan. Banyak kendala-kendala yang dirasakan disana, mulai dari fasilitas pendukung seperti jaringan internet, perangkat yang dimiliki siswa, serta kemampuan masing-masing orang tua siswa juga berbeda.

Di sisi lain bagi para guru, untuk melakukan pembelajaran secara online juga tidak mudah, banyak kendala-kendala yang dialami. Seperti masih terdapat guru yang merasa asing dengan penggunaan teknologi, seperti tidak bisa menggunakan smartphone atau mengoperasikan komputer. Mau tidak mau meraka harus menguasai teknologi dengan cepat, tidak gaptek. Dengan begitu, di beberapa daerah dapat dikatakan masih sangat sulit untuk menerapkan pembelajaran secara online, terkait masalah perangkat, siswa dan guru itu sendiri.

Pandemi virus corona yang berkepanjangan tidak hanya berdampak buruk dalam sektor kesehatan namun juga sektor sosial hingga ekonomi. Hal itu dibuktikan dengan adanya ribuan ustaz hingga guru ngaji yang terdampak pandemi.

Dalam kondisi seperti ini, sungguh sangat miris, nasib para guru ini. Di sinilah perlunya kepedulian dari semua pihak untuk memberikan perhatian secara serius terutama bagi para guru. Jasa dan pengabdian para guru sangat luar biasa, dengan segala keterbatasanya, mereka tetap mengabdikan dirinya untuk mencerdasan anak-anak bangsa.

Sudah pasti kita memahami betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa kita. Kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh pendidikannya. Pengelolaan Sumber Daya Manusia yang baik tidak terlepas dari sistem pendidikan yang terstruktur, terarah dan berorientasi masa depan pula.

Wabah covid-19 tidak boleh menjadi alasan bagi tertinggalnya pendidikan kita, masih banyak kita menyaksikan siswa/i mulai dari SD sampai SMA yang menjadikan program Physical Distancing ini sebagai waktu liburan. Coba saja kita lihat jalan raya ketika sore hari, banyak anak usia sekolah yang berkumpul dengan rekannya, mejeng dan hilir mudik dengan motor mereka, sepertinya anak-anak sekolah itu tidak menghiraukan himbauan PSBB dari pemerintah.

Berbanding terbalik pula dengan mahasiswa atau siswa yang rajin, mereka akan susah payah mencari jaringan internet, berupaya membeli paket data yang masih tergolong mahal bahkan meminjam HP orangtuanya.

Seperti itulah kenyataan yang hari-hari ini kita rasakan, pendidikan yang sebelumnya juga harus mendapat perhatian khusus semakin diperparah dengan adanya wabah covid-19 ini. Yang malas belajar makin malas, yang rajin tidak mendapat fasilitas maksimal.

Kami mengajak, mari kita bergandengan tangan bersama kita lawan corona, perhatikan guru ngaji/honorer/kontrak dan non PNS, fasilitasi kebutuhan pendidikan anak-anak kita, dampingi mereka belajar dari rumah dan untuk pemerintah mari kita jamin pendidikan kita agar tidak ketinggalan. Dengan membenahi Pendidikan ini, kita berharap semuanya menjadi lebih baik. Semoga wabah ini segera berlalu. Aamiin.

Dhilla Nuraeni Az-Zuhri, Wakil Sekretaris PC Fatayat Kota Bandung

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top