skip to Main Content

GP Ansor Kota Bandung Gelar Kaderisasi

Bandung, NU Online

Kelahiran GP Ansor 24 April 1934, merupakan washilah dari para Kiayi NU untuk menanamkan haroqah kaum Nahdliyin di kalangan Pemuda. Syubbanul Wathon adalah konsep gerakan pemuda untuk mencintai tanah air. GP Ansor Kota Bandung kali ini melakukan gelaran kaderisasi tingkat dasar Pelatihan Kapemimpinan Dasar (PKD) dari tanggal 24-25 Agustus 2019 yang bertempat di kantor PCNU Kota Bandung jalan sancang Bandung.

Sahabat – sahabat Ansor menggagas PKD dalam dua zona yaitu zona Tengah dan Timur. Dalam pembukaan PKD hadir Drs.H. Agustani sebagai ketua dewan pembina GP Ansor Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghofiqi sebagai Sekertaris NU Kota Bandung dan jajaran pengurus cabang Ansor Kota Bandung. Sahabat ketua cabang Ansor Kota Bandung Aa Abdul Razak mengatakan bahwa PKD adalah langkah awal masuk organisasi Ansor, nanti ada PKL dan PKN sebagai kaderisasi lanjutan. Rozak juga berucap “saya bangga atas banyaknya kader yang sukses di organisasi dan akademik seperti sahabat Wahyu Iryana yang sudah lulus menjadi doktor di Ilmu Sejarah UNPAD, sahabat Wahyu adalah aset Ansor aset NU” Papar Rozak.

 

Materi kaderisasi terdiri dari keorganisasian, Ke NU an dan Kebangsaan.
“Dalam acara yang digelar 24-25 Agustus 2019 tersebut hadir calon kader baru kurang lebih sebanyak 97 peserta, dari data pendaftaran awal sebanyak 113” Ungkap Iwan Khadafi selaku ketua panitia PKD.


Dalam kesempatan itu sahabat Aa abdul Rozak memetakan secara gamblang esensi berorganisasi di Ansor sebagai basis keorganisasian ber aswaja dari hulu ke hilir. Beliau menegaskan kalau materi tentang keorganisasian di Ansor sudah hafal di luar kepala karena dari jaman menjadi pengurus cabang PMII Kota Bandung sampai menjadi ketua Cabang GP Ansor Kota Bandung sudah terbiasa.

Rozak juga memberi motivasi kepada calon kader Ansor agar bersemangat mengikuti acara PKD dan aktif berorganisasi. Ansor itu organisasi yang sudah jelas nasab keilmuan dan haraqohnya, kelahirannya di do’akan oleh para kiyai-kiyai khos. Salah satu saksi hidup, yang menjadi pelaku mantan ketua GP Ansor Kota Bandung tahun1998 adalah Kang Hisap “Jadi jangan takut ber-Ansor saya bisa jadi seperti ini, bisa jadi juga berkah aktif di Ansor…” Ucap Rozak.

Dalam kesempatan itu Rozak juga memberikan support agar peserta PKD serius dan mengikuti sampai selesai acara PKD yang bertempat di jalan Sancang. Rozak juga yang merupakan alumni PMII menegaskan bahwa menjadi aktifis itu bisa menyeimbangkan antara organisasi dan akademis. Karena tujuan Ansor sendiri membentuk insan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, lihat logo Ansor ada segitiga, itu iman, Islam, dan ihsan.

Diakhir acara bendahara Ansor didaulat pembawa acara untuk mendoakan peserta PKD sebagai calon kader. Dengan senyum dan nada humoris bendahara Ansor Kota Bandung Sahabat Rano berseronoh ” Baru kali ini pengusaha disuruh mimpin doa ..sahabat- sabahat jangan lupa begini begini saya juga ketua DKM Al Huda Pasirluyu, jadi insyallah kalau urusan doa ya rada panjang lah..do’anya hehee.”

Selesai doa acara ditutup dengan penyematan cinderamata dari panitia kepada pemateri dan perwakilan pengurus PC NU Kota Bandung. (Wahyu Iryana)

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top