skip to Main Content

Fatayat NU Kota Bandung lestarikan Nadzoman

 

Jumat, 28 Agustus 2020, Fatayat NU kota bandung melaksanakan kegiatan pengajian rutinan secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Biasanya pengajian rutin ini dilaksanakan setiap minggu secara tatap muka di PCNU kota bandung, semenjak kian maraknya covid-19 memaksakan pengajian rutin ini dilaksanakan secara online. Dengan dilaksanakannya pengajian secara online ini membuat kader fatayat NU kota bandung semakin melek akan teknologi.

Pengajian rutinan itu selalu diawali dengan tawasulan terlebih dulu, dilanjutkan dengan kajian kitab kuning dan diakhiri dengan membacakan nadzoman bersama-sama. Kitab yang dikaji meliputi kitab Fiqih, Tauhid, Akhlak, juga Tafsir dan Hadits. Namun saat ini sedang mengkhatamkan terlebih dahulu kitab Fiqh yaitu Safinatun Naja.

Dalam pengajiannya, fatayat NU kota bandung akan melestarikan nadzoman yang kemudian akan disebarluaskan ke majelis ta’lim binaan fatayat NU kota Bandung. Nadzoman merupakan syair-syair islami baik itu berisi sejarah nabi, silsilah nabi, ataupun berupa nasihat petuah islam yang bertujuan agar mudah dihafal dan mudah dipahami.

Kedepan, di pertemuan selanjutnya nadzoman tersebut akan di launching oleh bidang dakwah, dikumpulkan menjadi sebuah buku kumpulan nadzoman, dan senandung lagunya akan direkam oleh Tim seni Fatayat NU kota Bandung, InsyaAllah.

“Pengajian ini sangat penting diikuti oleh semua kader fatayat NU kota bandung, karena pengajian ini merupakan ajang latihan untuk para kader agar bisa bergantian memimpin membaca nadzom, tawasul dan mengkaji kitab kuning.” ungkap Siti Badriah selaku ketua fatayat NU kota Bandung.
“bukan hanya itu, tapi mengingatkan kembali pentingnya mengaji dari rujukan kitab yang jelas serta yang memberikannya memiliki silsilah sanad keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan sampai ke Rasulullah Saw,, hal ini penting sekali dimiliki kader muda NU penerus perjuangan para kyai, guru2 kita. Jika tidak oleh kita maka oleh siapa lagi? Jika tidak dimulai dari sekarang, mau kapan lagi, timpalnya.

Enung Siti Nurhidayah, sebagai penanggung jawab kajian ini berharap kegiatan ini bisa istiqamah, rutin dilaksanakan disela-sela kesibukan aktifitas masing-masing.

Pewarta:
Dhilla Nuraeni AzZuhri

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top